BAGAIMANA CARA MENGISI KEMERDEKAAN – DIRGAHAYU RI


“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”

Sebuah kalimat yang saya petik dari pidato Bung Karno saat merayakan HUT Proklamasi tahun 1956. Mungkin bisa dijadikan satu pertimbangan yang sangat bijak. Pola pikir pragmatis yang berkembang belakangan ini menjadi satu kendala besar dalam bagaimana kita bisa membuat Negara ini menjadi Negara yang besar, yang akhirnya bisa menjadi satu kebanggaan dan tanpa malu mengakui bahwa Kita orang Indonesia, Negara yang sangat saya banggakan dan saya cintai.

Masih sangat melekat dalam ingatan saya sebuah kata bijak, dan pelajaran yang sangat penting yang diberikan pada waktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar, mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila), yang sekarang mata pelajaran tersebut sudah berubah nama, entah apa namanya, karena kebijakan selalu berubah saat yang berkuasa juga berubah. Satu pertanyaan yang singkat dan sederhana, “bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan ini?” BELAJAR YANG RAJIN BEKERJA YANG KERAS..

Kemerdekaan yang kita raih bukanlah hadiah yang diberikan oleh Jepang  yang telah menjajah kita selama 3,5 tahun atau Belanda yang menjajah kita selama 3,5 abad. Tapi atas perjuangan darah, diplomasi, para pahlawan-pahlawan kita yang kita banggakan. Saya yakin pada saat mereka berjuang demi kemerdekaan yang kita raih, mereka tidak pernah berpikir tentang apa yang akan mereka dapatkan dari perjuangan tersebut, apalagi menghitung hitung berapa untung yang mereka dapat jikalau mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan, dan juga mempertahankannya.

Apakah susah bagi kita untuk belajar yang rajin, atau bekerja yang keras, sehingga paling tidak hidup kita bermanfaat dalam mengisi kemerdekaan ini, bermanfaat bagi nusa dan bangsa, tanpa harus menghitung hitung berapa untung yang kau dapat kalau anda mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. Apakah anda akan mengorbankan jati diri anda hanya oleh kepentingan pragmatis yang hanya bisa kita nikmati sesaat, atau anda mau berinvestasi untuk nusa bangsa ini yang pada akhirnya bisa dinikmati bukan hanya oleh diri anda sendiri, keluarga, atau teman saja. Tapi seluruh masyarakat yang ada disekitar kita secara berkepanjangan.

Secara teori kalimat belajar yang rajin dan bekerja yang keras adalah hal yang mudah untuk dilakukan, walau prakteknya susah. Tapi paling tidak kita semua harus sadar, berjuang merebut kemerdekaan dengan darah, keringat dan perasaan jauh lebih berat dari hanya sekedar belajar yang rajin dan bekerja yang keras. Jadi berjuanglah mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang positif, mulai dari sekarang!

Pembaca sekalian, seringkali makna mengisi kemerdekaan negara kita, memang ditulis dalam slogan yang panjang dan sulit dipahami. Padahal mengisi kemerdekaan, adalah hal yang amat sederhana tapi sekaligus sangat vital. Jika kita seorang pelajar atau mahasiswa, maka belajar secara maksimal agar meraih hasil terbaik, itulah bukti bahwa kita sudah mengisi kemerdekaan. Jika suatu saat kita gagal berprestasi dalam belajar, misalnya gagal naik kelas atau tidak lulus dalam ujian akhir, kita tidak boleh berputus asa. Tidak naik kelas atau tidak lulus ujian, hakikatnya bukan gagal tapi kita diminta lebih banyak belajar.

Bangkit dan belajarlah lebih keras lagi tanpa kenal putus asa, niscaya kesuksesan akan diraih di masa mendatang. Orang cerdas, bukanlah mereka yang tidak pernah gagal sama sekali dalam mencari ilmu. Orang cerdas adalah mereka yang kendati pernah gagal, namun belajar lebih keras lagi, sehingga mencapai prestasi terbaik. Sedangkan bagi mereka yang sudah dewasa, bekerja keras tanpa kenal menyerah, itu bukti bahwa kita sudah mengisi kemerdekaan. Apapun pekerjaan kita, mulai presiden direktur hingga tukang cukur, asal itu dikerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh, berarti kita sudah mengisi kemerdekaan. Apapun yang kita kerjakan, asal bermanfaat bagi diri dan keluarga kita, bermanfaat bagi warga di sekitar kita, dan bermanfaat bagi perkembangan bangsa, berarti kita sudah turut andil mengisi kemerdekaan.

Dirgahayu Republik Indonesia, mari kita isi kemerdekaan ini dengan kerja keras dan pantang menyerah. Apapun profesi kita, cintailah profesi tersebut dengan sepenuh hati. Jika kita cinta penuh pada profesi yang sedang ditekuni, maka profesi tersebut juga akan mencintai kita dengan memberi imbalan finansial yang maksimal. Jangan setengah-setengah dalam menjalani profesi. Tidak ada kesuksesan dalam hidup, yang tidak ditempuh dengan kerja keras. Tidak ada orang yang berhasil dalam hidup, jika hanya berpangku tangan. Semua kesuksesan pasti diawali dengan kerja keras dan kerja cerdas

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

Tahukah siapa bangsamu sendiri yang harus kita lawan?? Bangsa kita adalah diri kita sendiri…….

(WIR)

About these ads